| kesusasteraan | 1. seni yg menggambarkan keindahan dgn bahasa (novel, sajak, dll), karang-mengarang, persuratan, seni sastera; 2. hasil drpd mengarang (menyajak dll); 3. pengetahuan dlm hal sastera; 4. karya-karya yg tergolong dlm seni sastera. | Kamus Dewan Edisi Keempat |
| peta bahasa | peta yg menggambarkan daerah bahasa-bahasa tertentu digunakan; | Kamus Dewan Edisi Keempat |
| tidak terkirakan | tidak terkatakan (tergambarkan), terlalu sangat, tidak terduga (tersangka); | Kamus Dewan Edisi Keempat |
| susastera | ; kesusasteraan 1. seni yg menggambarkan keindahan dgn bahasa (novel, sajak, dll), karang-mengarang, persuratan, seni sastera; 2. hasil drpd mengarang (menyajak dll); 3. pengetahuan dlm hal sastera; 4. karya-karya yg tergolong dlm seni sastera. | Kamus Dewan Edisi Keempat |
| adikarya | karya agung yg dianggap menggambarkan peradaban sesuatu bangsa, mis Hikayat Hang Tuah dlm masyarakat Melayu. | Kamus Dewan Edisi Keempat |
| peta timbul | peta yg bahagian-bahagiannya menyembul utk menggambarkan keadaan yg sebenar; | Kamus Dewan Edisi Keempat |
| naturalisme | (Sas) aliran atau pandangan dlm seni dan sastera yg berusaha utk menggambarkan sesuatu (manusia, objek dsb) dlm keadaan atau sifatnya yg sebenarnya. | Kamus Dewan Edisi Keempat |
| tidak terkira(-kira) | a) tidak terhitung, sangat banyak; b) = tidak terkirakan tidak terkatakan (tergambarkan), terlalu sangat, tidak terduga (tersangka); | Kamus Dewan Edisi Keempat |
| plastis | IB 1. mempunyai sifat-sifat yg mudah dibentuk utk menjadikan barang lain; 2. digambarkan sbg benar-benar terjadi dll. | Kamus Dewan Edisi Keempat |
| terkira | terhitung, terduga: ~ dua kali; tidak ~(-kira) a) tidak terhitung, sangat banyak; b) = tidak terkirakan tidak terkatakan (tergambarkan), terlalu sangat, tidak terduga (tersangka); | Kamus Dewan Edisi Keempat |